Kamis, 28 Oktober 2010

HAKIKAT DAN PENGGUNAAN AKUNTANSI

A. DEFINISI DAN PERANAN AKUNTANSI
Akuntansi adalah suatu seni pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhitasaran dalam cara yang signifikan dan satuan mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian yang paling tidak sebagian di antaranya memiliki sifat keuangan dan selanjutnya menginterpretasikan hasilnya. Ruang lingkup akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran dan pengkomunikasian informasi ekonomi sehingga memungkinkan adanya pertimbangan dan pengambilan keputusan berdasarkan informasi oleh para pengguna informasi tersebut.
Baru-baru ini akuntansi didefinisikan sebagai suatu aktivitas jasa. Fungsinya adalah untuk memberikan informasi kuantitatif dari entitas ekonomi, terutama yang bersifat keuangan dan dimaksudkan untuk bermanfaat bagi pengambilan keputusan ekonomi, dan dalam menentukan pilihan di antara serangkaian tindakan alternative yang ada. Perusahaan memberikan dan menerima informasi dari empat sumber :
1. Penanam modal : memberikan : laporan keuangan, rilis-rilis pers, pertemuan-pertemuan bagi para analis, buku-buku fakta. Menerima : kebenaran dalam permodalan, melaksanakan penawaran surat berharga, dan kapasitas keuangan.
2. Para pelanggan dan pemasok : perusahaan memberikan informasi mengenai mutu produk dan menerima informasi mengenai kelayakan kredit dan kualifikasi pelanggan.
3. Masyarakat secara umum : menerima informasi mengenai : peraturan perpajakan, persyaratan member pekerjaan, mutu udara/air, danpembatasan lingkungan. Memberikan informasi tentang : dampak-dampak kepada lingkungan, dampak pemberian pekerjaan dan pelaporan pajak.
4. Orang-orang yang berbakat : menrima : kompetensi, kebijakan ketenagakerjaan, kompensasi dan informasi yang berhubungan dengan pekerjaan. Memberikan : tunjangan, kebijakan member pekerjaan, kompensasi dan informasi yang berhubungan dengan pekerjaan.
Akuntansi berhubungan dengan perusahaan, yang tentunya merupakan kelompok social, akuntansi berkepentingan dengan transaksi-transaksi dan kejadian ekonomi lainnya yang memiliki konsekuensi dan mempunya dampak atas hubungan social, akuntansi menghasilkan pengetahuan yang berguna dan berarti bagi orang yang terlibat dalam aktivitas yang memiliki implikasi social, akuntansi pada hakikatnya bersifat mental. Menurut dasarpedoman-pedoman yang ada, akuntansi adalah suatu ilmu social.
Sifat dan peranan akuntansi
Sifat baik dalam praktik akuntansi meliputi :
a. Kejujuran dari akuntan pada umumnya dan dari auditor pada khususnya.
b. Memiliki kepedulian terhadap status ekonomi pihak lain dalam bentuk penyelenggaraan dan akuntabilitas.
c. Sinsitif terhadap nilai kerja sama dan konflik dengan mengantisipasi terjadinya konflik dan menciptakan semacam adanya penekanan kerja sama malalui penggunaan teknik-teknik akuntansi manajemen.
d. Sifat akuntansi yang komunikatif dengan menceritakan pengalaman-pengalaman ekonomi melalui dialog-dialog akuntansi.
e. Penyebaran informasi ekonomi dengan memberikan informasi mengenai ekonomi untuk pengambilan keputusan.
Peranan dari akuntansi adalah untuk memberikan informasi mengenai perilaku ekonomi yang diakibatkan oleh aktivitas perusahaan dalam lingkungannya.
B. PENGUKURAN DALAM AKUNTANSI
Secara umum akuntansi dianggap sebagai salah satu alat pengukuran sekaligus suatu disiplin komunikasi. Pengukuran memiliki arti pemberian angka-angka pada objek atau kejadian-kejadian manurut aturan tertentu.
Terdapat beberapa jenis ukuran yang mungkin dalam akuntansi :
a. Ukuran-ukuran akuntansi dapat langsung maupun tidak langsung. Ukuran langsung atau utama adalah ukuran nyata dari suatu objek yang ia miliki. Ukuran tidak langsung diambil secara tidak langsung melalui suatu transformasi aljabar dari sejumlah angka yang mencerminkan ukuran langsung dari beberapa objek.
b. Dapat diklasifikasikan sebagai ukuran lampau, masa kini dan masa depan.
c. Swbagai suatu ukuran retrospektif, kontemporer atau ukuran prospektif.
d. Pengukuran dapat berupa pengukuran fundamental ( di mana suatu angka dapat diberikan kepada suatu sifat sesuai dengan referensinya terhadap hukum alam) dan pengukuran turunan (yang bergantung pada pengukuran dari dua atau lebih kuantitas dan bergantung kepada adanya suatu teori empiris).
e. Pengukuran dapat (a) dilakukan ketika teori-teori empiris yang telah dikonfirmasikan mungkin dapat digunakan untuk mendukung keberadaan mereka. Atau (b) dibuat melalui suatu keputusan resmi yang di dasarkan pada difinisi yang arbiter.
Jeis-jenis skala dapat diuraikan dalam istilah umum sebagai skala nominal, ordinal, interval atau rasio.
a. Skala nominal akan membantu dalam penentuan keseimbangan, seperti penomoran pemain sepak bola.
b. Skala ordinal membentu dalam penentuan lebih besar atau lebih kecil suatu hal, like mutu wol atau nomor jalan.
c. Skala interval membantu menentukan keseimbangan dari interval atau perbedaan suhu dan waktu.
d. Skala rasio membantu dalam penentuan keseimbangan dari rasio, dengan tambahan fitur dari suatu awal yang unik.

C. PEMIKIRAN DI BALIK AKUNTANSI PENCATATAN BERPASANGAN
Akuntansi pencatatan berpasangan terdiri dari dua ejnis akuntansi pencatatan berpasangan klasifikasional dan akuntansi pencatatan berpasangan kausal. Kedua jenis penctatan tersebut bergantung pada keseimbangan dari debit dan kredit. Akuntansi pencatatan berpasangan klasifikasional ditunjukkan untuk tetap menjaga persamaan akuntansi fundamental yang merangkum posisi klasifikasional tersebut :
AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS PEMILIK
Pembukuan pencatatan berpasangan kausal menggambarkan hubungan sebab akibat antara suatu kenaikan dengan penurunan. Mis :
Dr Cr
Persediaan $20.000
Kas $20.000

D. PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI YANG BERLAKU UMUM (GAAP)
Skinner berpendapat bahwa metode akuntansi harus dapat memenuhi paling sedikit satu dan biasanya beberapa kondisi-kondisi berikut ini, untuk dapat dikualifikasikan sebagai suatu metode yang berlaku umum :
• Metode tersebut kan benar-benar digunakan dalam kasus-kasus yang jumlahnya signifikan, dimana terdapat kondisi yang emmungkinkan untuk menggunakan metode tersebut.
• Metode tersebut mendapat dukungan yang diberikan melalui pernyataan-pernyataan dari lingkungan akuntansi professional.
• Metode-metode tersebut mendapat dukungan secara tertulis dari pengajar dan pemikir akuntansi terkemuka.
Mereka yang menginginkan keseragaman dan komparabilitas akan memilih GAAP, mereka yang menginginkan fleksibilitas dan cara-cara yang baik untuk menghadapi kondisi yang beragan akan memilih GAAP, khusus, mereka yang memperdebatkan kondisi-kondisi unik atau menantang standar yang berlebihan akan memilih untuk menggunakan OCBOA.
Faktanya terjadi ketimpangan antara perusahaan besar dengan perusahaan kecil mengenai fungsi GAAP, apakah sama tau berbeda. Kodisi riil yang terjadi pada masa itu adalah lebih banyaknya usaha kecil menengah yang memenuhi sector public. Begini penjelasannya :
a. Perbedaan perusahaan besar dengan perusahaan kecil.
FASB secara relative mendefinisikan sebuah peruahaan kecil sebagai suatu perusahaan yang operasinya relative kecil, dikelola oleh pemilik, dan jika ada, hanya memiliki sedikit pemilik yang lain, seluruh pemiliknya ikut terlibat secara aktif dalam pelaksanaan urusan perusahaan, jarang terjadi perpindahan kepemilikan, dan memiliki struktur modal yang sederhana. Sedangkan perusahaan public adalah suatu perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di pasar public, diwajibkan untuk memberikan laporan keuangan kapada securities and exchange commission, dan jika laporan keuangannya diterbitkan sebagai persiapan dilakukannya penjualan sekuritas.
b. Perbedaan di antara pengguna laporan keuangn
Terkait dengan perbedaan-perbedaan di antara para pengguna, isu-isunya adalah untuk mengidentifikasi (a) apakah terdapat perbedaan yang nyata antara kebutuhan pengguna laporang keuangan perusahaan public dengan pengguna laporan keuangan perusahaan pribadi, (b) apakah terdapat perbedaan yang nyata di antara para pengguna sehubungan dengan tingkat kepercayaan mereka terhadap laporan keuangan perusahaan pribadi sebagai sumber informasi.
Pandangan yang intuitif yang akurat adalah bahwa para pengguna utama dari laporan keuangan perusahaan public adalah para analis keuangan dan pemegang saham public, dan laporan keuangan dari perusahaan yang lebih kecil biasanya ditujukan kepada para pemilik-manajer dan banker serta para pemberi kredit lainnya.

E. KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PERUBAHANNYA
Kebijakan akuntansi dari suatu entitas pelaporan adalah prinsip-prinsip akuntansi yang spesifik dan metode-metode penerapan prinsip-prinsip tersebut yang dinilai oleh manajemen dari entitas tersebut sebagai yang paling sesuai dengan kondisi yang ada untuk menyajikan secara wajar posisi keuangan, perubahan yang terjadi pada posisi keuangan, dan hasil operasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dank arena itu telah diadopsi untuk pembuatan laporan keuangan. Ketua SEC, Artthur Levit, berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan public telah menggunakan enam praktik akuntansi untuk mengelola keuntungan perusahaan :
1. Melebihsajikan perubahan restrukturisasi untuk membersihkan neraca,
2. Mengklasifikasikan jumlah yang signifikan dari nilai harga suatu entitas yang dibeli menjadi biaya penelitian dan pengembangan,
3. Menciptakan kewajiban yang besar untuk menampung pengeluaran-pengeluaran di masa depan guna melindungi laba di masa depan,
4. Menggunaka asumsi yang tidak realistis dalam mengestimasi nilai kewajiban untuk hal-hal seperti retur penjualan, kerugia pinjaman dan biaya jaminan sehingga kelebihan dari estimasi tersebut dibalik untuk meningkatkan laba di periode berikutnya,
5. Membuat kesalahan secara disngaja dalam buku perusahaan dan menjustifikasikan kegagalan untuk memperbaiki kesalahan tersebut dengan alas an materialitas,
6. Mengakui pendapatan sebelum proses untuk menghasilkan selesai.

F. AKUNTANSI YANG DIRANCANG
Karena kekontrasannya yang dimilikinya dengan pemilihan teknik dan solusi yang didasarkan pada suatu prinsip. Suatu fenomena yang disebut akuntansi prinsip maka disebutlah akuntansi yang dapat dirancang. Aspek-aspek dari akuntansi yang dapat drancang termasuk konsep-konsep yang berbeda seperti :
a. Hipotesis keunggulan salah saji secara selektif
b. Perataan laba,
c. Manajemen laba,
d. Kreativitas dalam akuntansi,
e. Kecurangan dalam akuntansi.
Kreativitas dalam akuntansi dapat digolongkan menjadi (1) akuntansi mandi besar, yaitu pada umumnya mengacu kepada langkah-langkah yang diambil oleh manajemen utnuk secara drastic mengurangi laba per saham saat ini untuk mendapatkan peningkatan laba per sahan di masa yang akan dating. Dan (2) akuntansi kreatif, yaitu istilah yang biasa digunakan oleh pers popular untuk mangacu pada apa yang dianggap oleh jurnalis dilakukan oleh akuntan untuk menjadikan laporan keuangan tampak lebih bagus dari yang seharusnya. Kecurigaan ini hampir berlaku di seluruh Negara.
Kecurangan adalah istilah generic, dan merangkum seluruh ragam cara yang dapat diciptakan oleh kecerdasan manusia, yang dilakukan oleh seseorang untuk meraih keuntungan dari orang lain dari penyajian yang salah. Ada beberapa macam bentuk kecurangan, yaitu :
a. Kecurangan korporat. Umum dilakukan oleh pejabat, eksekutif manajer pusat laba.
b. Kecurangan dalam pelaporan keuangan. Jenis-jenis yang umum dari kecurangan dalam pelaporan keuangan meliputi :
1. Manipulasi, pemalsuan atau pengubahan catatan/dokumen,
2. Penekanan atau penghilangan dampak dari transaksi-transaksi yang sudah selesai dari catatan atau dokumen,
3. Pencatatan transaksi tanpa ada substansinya,
4. Kesalahan penerapan dalam kebijakan akuntansi
5. Kegagalan untuk mengungkapkan informasi yang signifikan.
c. Kejahatan kerah putih. Kejahatan kerah putih dapat dikenali dari lima komponen utama, (1) maksud untuk melakukan kejahatan, (2) menyamarkan tujuan, (3) menggantungkan diri pada kenaifan korban (4) tindakan korban secara sukerela untuk membantu pelakukejahatan (5) penyembunyian pelanggaran tersebut.
G. PROLETARISASI TEKNIS DAN IDEOLOGIS PARA AKUNTAN
Terjadinya persaingan dalam lingkungan pekerjaan memiliki empat aspek : orang tersebut diasingkan dari objek yang ia produksi, dari proses produksi, dari dirinya sendiri dan dari komunitas rekan-rekannya. Dalam kondisi terasing ini, pola piker dari para akuntan, kesadaran mereka, sebagian besar hanya merupakan pencerminan dari kondisi yang mereka temukan dan posisi yang mereka tempati dalam proses produksi. Situasi ini adalah suatu hal yang serius terutama bagi para akuntan wanita.
H. KESADARAN PARA PENGGUNA YANG DIREKAYASA
Kadang, dalam proses yang mengarah kepada “kesadaran yang direkayasa” ini, manajer mungkin mengganti suatu “kesadaran palsu” melalui suatu proses yang oleh para peneliti telah dikaitkan dengan bermacam-macam istilah, dari perataan laba hingga kecurangan dalam pelaporan keuangan. Dalam merekayasa kesadaran dari para pengguna melalui penyebaran informasi secara selektif tadi, menejemen dapat menembahkannya dengan pencucian otak dan hipnotis secara kolektif atau pengkondisian social.
I. PERSPEKTIF ETIKA DALAM AKUNTANSI
a. Etika Utilitarian
Asumsi implisitnya adalah bahwa biaya dan manfaat suatu tindakan dapat diukur berdasarkan suatu skala numeric dan yang umum dan dapat ditambahkan atau dikurangkan satu sama lain. Keunggulan dari etika utilitarian adalah : (1) sasaran moralitas (2) proses pemikiran moral (3) fleksibilitas dan pengecualian (4) menghindari konflik aturan. Sedangkan kesulutan yang muncul akubal adanya utilitarianisme adalah : (1) penolakan dari kewajiban khusus (2) penolakan dari hak asasi (3) penolakan dari keadilan.
b. Etika deontology
Pendekatan ini mempertimbangkan suatu tindakan yang menurut moral benar jika telah sesuai dengan aturan moral yang tepat.
c. Pemikiran dan Kelayakan
Etika ini menggabungkan antara aspek-aspek dari kedua pendekatan tersebut.

Pertanyaan :
1. Bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk menekan adanya kecurangan dalam akuntansi?
2. Apakah system pengendalian juga ikut berkembang seiring dengan berkembangnya kejahatan dalam akuntansi?
3. Apakah terdapat kelemahan dalam pencatatan transaksi pada masa luca pacioli?jelaskan!
4. Menurut Anda, mengapa akuntansi dikatakan sebagai ilmu bukan seni?jelaskan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar